Umrah & Haji

Bandara SUB Juanda Surabaya

Panduan lengkap SUB Juanda Surabaya 2026: layout T1/T2, akses Jawa Timur + Madura, transit Hajj/Umroh sekunder, hub kedua Garuda, dan fasilitas terminal.

Ilustrasi AI koper, buku catatan, dan perlengkapan perjalanan anyaman
Ilustrasi AI
Isi halaman
  1. Bandara SUB Juanda Surabaya — panduan lengkap 2026: terminal, akses, Hajj/Umroh, Garuda hub-2
  2. Daftar Isi
  3. Sejarah singkat Juanda
  4. Layout T1 dan T2
  5. Maskapai per terminal
  6. Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur
  7. Alur imigrasi + bea cukai
  8. Fasilitas bandara
  9. Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh
  10. Garuda hub kedua — mengapa penting
  11. Tips perjalanan dari SUB
  12. FAQ
  13. Sumber resmi
  14. Sumber

Juanda International Airport (SUB) is the main international airport serving Surabaya and East Java, with two terminals (T1 domestic, T2 international) and is the second-largest hub in Indonesia for Umroh and Hajj charter departures after CGK Jakarta.

Bandara SUB Juanda Surabaya — panduan lengkap 2026: terminal, akses, Hajj/Umroh, Garuda hub-2

Dipublikasikan 3 Juni 2026 · Diperbarui 3 Juni 2026 · Waktu baca: 13 menit

TL;DR: Bandara Juanda (SUB) adalah bandara terbesar ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dengan ~22 juta penumpang/tahun pre-pandemi. Dua terminal terpisah ~3 km: T1 untuk low-cost domestik + internasional regional, T2 untuk Garuda + Saudia + internasional full-service. Embarkasi Hajj resmi untuk Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Jawa Tengah — 35-40rb jamaah/musim. Hub operasional kedua Garuda Indonesia dengan rute ke Singapura, Hong Kong, KL, dan Jeddah. Akses utama dari Surabaya pusat: DAMRI bus / taksi / Grab — tidak ada Airport Rail Link seperti CGK.

Daftar Isi

  1. Sejarah singkat Juanda
  2. Layout T1 dan T2
  3. Maskapai per terminal
  4. Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur
  5. Alur imigrasi + bea cukai
  6. Fasilitas bandara
  7. Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh
  8. Garuda hub kedua — mengapa penting
  9. FAQ
  10. Sumber resmi

Sejarah singkat Juanda

Bandara Juanda dibuka 1964 sebagai pangkalan militer TNI AL. Nama “Juanda” mengabadikan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri Indonesia ke-10 yang juga dikenal lewat Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 — deklarasi politik yang menetapkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan landas kontinen + laut teritorial 12 mil.

Tonggak utama:

  • 1964 — pembukaan sebagai pangkalan TNI AL + bandara umum
  • 1985 — alih kelola dari TNI AL ke PT Angkasa Pura I
  • 2006 — Terminal 1 modern dibangun dengan kapasitas 8 juta penumpang
  • 2014 — Terminal 2 dibuka khusus untuk Garuda + maskapai full-service internasional, kapasitas 6 juta
  • 2018-2020 — perluasan apron + persiapan T3 (tertunda pandemi)
  • 2024-2026 — pemulihan pasca-pandemi + rencana T3 dihidupkan kembali

Pengelola: PT Angkasa Pura I (BUMN bandara wilayah timur Indonesia). Kode IATA: SUB (Surabaya). Kode ICAO: WARR. Lokasi: Sedati, Kabupaten Sidoarjo — ~20 km tenggara Surabaya pusat.

Status saat ini: bandara tersibuk ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dan hub kedua Garuda Indonesia.

Layout T1 dan T2

Terminal 1 (T1) — Domestik Low-Cost + Internasional Regional

  • Lantai 1: Check-in (counter A-M), kedatangan domestik
  • Lantai 2: Departure lounge, gate boarding domestik
  • Lantai 3: Departure internasional regional
  • Kapasitas: 8-12 juta penumpang/tahun
  • Karakter: lebih ramai dan padat saat peak hour

Terminal 2 (T2) — Garuda + Internasional Full-Service

  • Lantai 1: Kedatangan internasional + domestik Garuda
  • Lantai 2: Check-in domestik Garuda + ruang tunggu domestik
  • Lantai 3: Check-in internasional + imigrasi + ruang tunggu internasional
  • Kapasitas: 6-10 juta penumpang/tahun
  • Karakter: lebih premium dan tenang, fasilitas lebih baik

Koneksi T1 ↔ T2

T1 dan T2 dipisahkan ~3 km (di sisi berlawanan landasan pacu). Terhubung via:

  • Shuttle bus gratis AP I — frekuensi setiap 15-30 menit, waktu ~10-15 menit
  • Taksi/Grab — Rp 30.000-50.000

Waktu transit minimal: 60-90 menit jika perlu pindah terminal — jangan terlambat.

Maskapai per terminal

Terminal 1 (T1)

Domestik:

  • Lion Air, Wings Air, Batik Air
  • Citilink (domestik)
  • Sriwijaya Air, NAM Air
  • Super Air Jet
  • Pelita Air

Internasional regional:

  • AirAsia (KUL, JHB, DMK, PEN, sebagainya)
  • Citilink internasional (KUL, SIN)
  • Scoot (SIN)
  • Lion Air internasional (KUL, SIN, charter Hajj musiman)
  • Jetstar Asia (SIN, seasonal)

Terminal 2 (T2)

Domestik:

  • Garuda Indonesia (semua rute domestik dari SUB)

Internasional:

  • Saudia (SUB-JED reguler, SUB-MED seasonal)
  • Singapore Airlines (SUB-SIN)
  • Malaysia Airlines (SUB-KUL)
  • Cathay Pacific (SUB-HKG, seasonal)
  • Qatar Airways (SUB-DOH)
  • Emirates (SUB-DXB, seasonal)
  • China Airlines (SUB-TPE)
  • EVA Air (SUB-TPE)
  • Garuda Indonesia (internasional + Hajj/Umroh charter)

Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur

Dari Surabaya pusat

AsalJarakWaktuTarif (Rp)
Tunjungan Plaza20-25 km40-60 menitTaksi 120-200rb, Grab 80-150rb
Stasiun Gubeng20 km40-60 menitDAMRI 50rb, taksi 100-180rb
Pasar Turi22 km45-70 menitDAMRI 50rb, taksi 120-200rb
Bungurasih (Terminal Bus)15 km30-45 menitDAMRI 30rb, taksi 80-130rb
Pakuwon Mall25 km45-65 menitGrab 90-160rb

Dari Madura

Setelah pembukaan Jembatan Suramadu (2009), Madura terhubung langsung ke Surabaya:

AsalJarak via SuramaduWaktuTarif (Rp)
Bangkalan35-45 km60-90 menitTaksi 250-400rb, DAMRI 75-100rb
Sampang80-90 km2-2,5 jamTravel L300 100-150rb
Pamekasan110-120 km2,5-3 jamTravel 120-180rb
Sumenep160-170 km3-4 jamTravel 150-200rb

Tol Suramadu: Rp 30.000 (mobil Gol 1).

Dari kota-kota Jawa Timur

KotaJarak ke SUBWaktuCatatan
Sidoarjo5-15 km15-30 menitBandara berlokasi di Sidoarjo
Mojokerto50 km60-90 menitVia tol Surabaya-Mojokerto
Malang90-100 km2-3 jamBisa juga via MLG (Abdulrachman Saleh), tapi rute SUB lebih banyak
Banyuwangi280-300 km5-7 jamBisa juga via BWX (Banyuwangi Blimbingsari)
Madiun170-180 km3-4 jamVia tol Trans-Jawa
Kediri130-140 km2,5-3 jamVia tol Trans-Jawa
Jember200-220 km4-5 jamLebih cepat lewat BWX

Berbeda dari CGK, SUB belum memiliki kereta langsung ke bandara. Rencana MRT/LRT Surabaya dengan ekstensi ke Juanda sedang dipertimbangkan oleh Pemkot Surabaya + Kemenhub, target operasional 2030-2032 (belum konfirmasi pembiayaan).

Alur imigrasi + bea cukai

Keberangkatan internasional (dari T2)

  1. Check-in counter (3 jam sebelum keberangkatan)
  2. Drop bagasi
  3. Imigrasi keberangkatan — autogate (WNI e-paspor) atau konter manual
  4. SCP (Security Check Point) — body scanner + X-ray bagasi kabin
  5. Boarding gate

Kedatangan internasional

  1. Imigrasi kedatangan — VoA/e-VOA counter atau konter reguler
  2. Baggage claim
  3. Bea Cukai — Jalur Hijau/Merah, e-CD wajib
  4. Karantina (jika perlu)

Tips Umroh/Hajj: Zamzam ≤5 liter/jamaah lewat bagasi cek-in maskapai Hajj/Umroh khusus — tidak masuk hitungan cukai.

Fasilitas bandara

Lounge

  • Garuda Indonesia Lounge (T2 Internasional) — Business/First Garuda, GarudaMiles Platinum, Priority Pass
  • Concordia Lounge (T2) — Priority Pass, kartu kredit premium
  • Saphire Lounge (T1, T2) — Priority Pass, bayar IDR 200-300rb
  • Plaza Premium Lounge (T2 Internasional) — Priority Pass

Hotel transit

  • Bandara Hotel Juanda — di area T1, IDR 400-700rb/malam
  • Front One Resort Sidoarjo — ~10 menit shuttle, IDR 350-600rb/malam
  • Best Western Papilio Surabaya — ~20 menit taksi, IDR 600-900rb/malam

Fasilitas umum

  • ATM: BCA, Mandiri, BRI, BNI, BSI di semua zona
  • Money changer: T1 + T2 — rate lebih buruk dari pusat kota, tukar secukupnya
  • Musholla besar: setiap terminal, tempat wudhu pria-wanita terpisah
  • Restoran halal: dominan, mulai warung lokal hingga restoran rantai
  • Wi-Fi gratis: 1 jam, tambah dengan voucher
  • Apotek + klinik: di setiap terminal
  • Toko oleh-oleh khas Jawa Timur: rengginang, sambal Bu Rudy, kerupuk udang Sidoarjo, oleh-oleh Madura

Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh

SUB Juanda berperan sebagai Embarkasi Hajj Surabaya — salah satu dari 14 embarkasi resmi Kemenag RI.

Embarkasi Hajj Surabaya cakupan

Embarkasi Surabaya melayani jamaah dari:

  • Jawa Timur (terbesar, ~25.000 jamaah/musim)
  • Bali (~3.000-3.500 jamaah)
  • NTB (Nusa Tenggara Barat, ~5.000-6.000 jamaah)
  • NTT (Nusa Tenggara Timur, ~500-700 jamaah)
  • Sebagian Jawa Tengah Timur (Surakarta, Sragen, dll) — dialihkan jika kuota CGK penuh

Total: 35.000-40.000 jamaah/musim Hajj.

Asrama Haji Sukolilo

Asrama Hajj resmi untuk Embarkasi Surabaya: Asrama Hajj Sukolilo (Surabaya, ~15 km dari bandara). Aktivitas:

  • Manasik akhir + briefing keberangkatan
  • Penyerahan paspor + tas Hajj resmi (koper hijau + tas tangan)
  • Medical check-up + istithoah verification
  • Transit jamaah dengan bus tertutup ke T2 SUB

Maskapai charter Hajj

  • Garuda Indonesia (GA9XX) — SUB-JED/MED, ~70% jamaah (sumber)
  • Saudia (SV57XX) — SUB-JED/MED, ~30% jamaah
  • Lion Air (JT9XX charter) — kadang dipakai untuk overflow

Umroh reguler dari SUB

  • Saudia SV827 (SUB-JED langsung) — reguler dengan B777-300
  • Garuda GA980/GA986 (SUB-JED via CGK transfer) — sebagian rute
  • Emirates EK365 (SUB-DXB seasonal, transit DXB-JED)
  • Qatar QR961 (SUB-DOH, transit DOH-JED)
  • Malaysia Airlines MH867 (SUB-KUL transit, lanjut KUL-MED dengan MH150)

Koordinasi via PPIU resmi terdaftar SISKOPATUH Kemenag.

Layanan fisik di SUB untuk jamaah

  1. Konter Kanwil Kemenag Jawa Timur di T2 saat musim Hajj — bantuan untuk dokumen, visa, dan koordinasi
  2. Ruang tunggu khusus jamaah grup di T2 untuk grup 40+ orang
  3. Musholla khusus dengan kapasitas besar
  4. Trolley + porter (tarif resmi Rp 25.000-50.000 per koper)
  5. Petugas pendamping PPIU di area check-in saat musim Umroh puncak

Detail koordinasi PPIU: Tiket Umroh murah 2026 — panduan SISKOPATUH lengkap.

Garuda hub kedua — mengapa penting

Setelah CGK Jakarta, SUB Juanda adalah hub operasional terbesar kedua Garuda Indonesia. Faktor-faktor:

1. Letak strategis Jawa Timur

  • Populasi: ~40 juta jiwa (terbesar ke-2 setelah Jawa Barat)
  • PDRB tinggi (industri + perdagangan + UMKM)
  • Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) — pelabuhan ke-2 Indonesia
  • Pusat Hajj/Umroh untuk Indonesia Timur

2. Konektivitas hub

Garuda dari SUB menerbangi:

  • Internasional: SIN, HKG, KUL, JED (musiman Umroh), DOH (transit), NRT (musiman)
  • Domestik utama: CGK, DPS, JOG, BPN, MDC, UPG, LOP, BWX, MLG, SOC

3. Hub charter Hajj

35-40rb jamaah/musim membutuhkan ~80-100 penerbangan charter widebody (Boeing 777, A330). Garuda memiliki kapasitas + kru + maintenance untuk skala ini.

4. Crew base + maintenance

  • Garuda memiliki crew domiciled di Surabaya (pilot + flight attendant)
  • GMF AeroAsia Line Maintenance di Juanda untuk B737, B777, A330
  • Beberapa rotasi pesawat malam (RON — Remain Overnight) di SUB

5. Connecting hub untuk Indonesia Timur

Saat CGK overload (sering terjadi di musim Lebaran + Liburan Sekolah), Garuda re-route sebagian rute internasional via SUB. Misalnya: penumpang Sydney-Jakarta bisa direkomendasikan via SYD-DPS-SUB-CGK alih-alih SYD-DPS-CGK.

6. Faktor sejarah maskapai

Garuda Indonesia secara historis selalu menempatkan SUB sebagai hub kedua sejak era 1990-an. Saat krisis maskapai (deregulasi 2000-an, restrukturisasi Garuda 2005, dan pasca-pandemi 2020-2022), Garuda tetap mempertahankan operasi SUB dalam skala maksimal — berbeda dari maskapai pesaing (misal Lion Air) yang lebih fluid dalam rotasi hub.

Implikasi untuk penumpang

  • Tarif Garuda SUB sering lebih kompetitif daripada SUB-CGK karena ada surplus kapasitas
  • Frekuensi SUB-CGK Garuda: ~15-18 penerbangan/hari (dengan Citilink ~25-30/hari total grup)
  • Layanan lounge + petugas Garuda di SUB setara dengan CGK — full-service experience
  • Konektivitas internasional: untuk warga Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, transit di SUB Garuda lebih efisien daripada di CGK karena jadwal yang lebih terkoordinasi

Tips perjalanan dari SUB

Untuk wisatawan domestik

  1. Booking H-30 sampai H-60: tarif domestik Garuda/Citilink/Lion biasanya terendah di window ini
  2. Hindari mudik puncak: H-7 sampai H+7 Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan liburan sekolah
  3. Web check-in: hemat 30-60 menit di counter, terutama saat peak hour
  4. T1 vs T2: jangan salah terminal — minimum 60-90 menit transit antar terminal

Untuk wisatawan internasional

  1. VoA/e-VOA siap: apply e-VOA online sebelum berangkat untuk jalur cepat
  2. Money changer: tukar di pusat Surabaya (Tunjungan Plaza, Pakuwon) untuk rate lebih baik
  3. SIM lokal: bisa beli di terminal (Telkomsel, XL, Indosat) atau di kota
  4. Restoran halal: dominan, mudah ditemui

Untuk jamaah Hajj/Umroh

  1. Koordinasi PPIU: konfirmasi terminal + jadwal 24-48 jam sebelum
  2. Asrama Hajj Sukolilo: untuk jamaah Hajj reguler Kemenag — wajib menginap 1-2 malam
  3. Bagasi: maksimal 32 kg/jamaah (Saudia + Garuda Hajj/Umroh), Zamzam pulang max 5 liter
  4. Lansia: request wheelchair + petugas pendamping minimum 48 jam sebelum

FAQ

Lihat bagian FAQ di atas (frontmatter) untuk pertanyaan paling sering ditanyakan tentang SUB.

Sumber resmi

Artikel ini disusun berdasarkan data dari:

Verifikasi langsung dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan terkait dokumen perjalanan atau koordinasi jamaah.


Artikel ini ditulis oleh SkyIndoFly. Untuk pertanyaan atau koreksi, hubungi editorial@skyindofly.com. Untuk panduan rute spesifik dari SUB, lihat Surabaya–Jeddah, Surabaya–Madinah, dan Surabaya–Jakarta.

Sumber

Sumber

Ke mana tujuan Anda?

Jenis perjalanan

Penumpang dan kelas
1 penumpang · Ekonomi

Pencarian dibuka di Aviasales, situs mitra kami, pada tab baru. Aviasales menampilkan harga dalam mata uang sesuai lokasi atau pengaturan akun Anda, yang bisa berbeda dari rupiah. Kami dapat menerima komisi dari pemesanan mitra yang memenuhi ketentuan, tanpa biaya tambahan bagi Anda.